Bukannya Satelit - Elyana
Jelas sudah engkau telah jatuh hati
Masih jua engkau cuba nak sembuyi
Jangan begitu seksa dirimu
Sampai bila kan berterusan begini
Guna halang guna melindungi diri
Takkan ku berulang
Hati terluka seperti dulu
Hitam manis bukan setelit
Mampu terkulai
Mengorbitkan angkasa
Pastinya kita perlukan sentuhan
Jiwa ke jiwa
Menolak sengsara
Kesepian..
Selalunya peluang anda hanya sekali
Jangan biar kan ia berlalu pergi
Runtuhkan saja segala halang
Di sekelilingmu…
Hitam manis bukan setelit
Mampu terkulai
Mengorbitkan angkasa
Pastinya kita perlukan sentuhan
Jiwa ke jiwa
Sampai bila kan berterusan begini
Usah hanya kau menjadi
Permerhati..
Dunia berlalu..
Hitam manis bukan setelit
Mampu terkulai
Mengorbitkan angkasa
Pastinya kita perlukan sentuhan
Jiwa ke jiwa…uh..uh..uh..
Showing posts with label Elyana. Show all posts
Showing posts with label Elyana. Show all posts
Saturday, June 28, 2008
Saturday, June 30, 2007
Elyana - Kau Atau Aku
Berlindung disebalik wajah selamba
Bagai tiada apa perasaan
Di antara kita berdua
Lucunya dalam saling berpura-pura
Semua orang tahu kau dan aku
Masing-masing punya rasa yang serupa
Main tarik tali
Malu memulakan luahan hati kita
Main tarik tali
Masih menanti siapa mulakan dulu
Dilema di dalam permainan ini
Masa terasa panjang hingga membuatku tak tahan
Tertekan
Lakonan ini semakin membebankan
Terasa ingin saja aku terus terang
Tentang perasaan ku padamu
Tawa-tawaku
Memulanya dulu
Ruangan empat muka dinding keliling
Makin menghimpit kala menanti panggilan darimu
Berdering
Mengharap engkau jua sedang begini
Dalam keluh kesah menantikan
Terucap yang ku cinta padamu
Bagai tiada apa perasaan
Di antara kita berdua
Lucunya dalam saling berpura-pura
Semua orang tahu kau dan aku
Masing-masing punya rasa yang serupa
Main tarik tali
Malu memulakan luahan hati kita
Main tarik tali
Masih menanti siapa mulakan dulu
Dilema di dalam permainan ini
Masa terasa panjang hingga membuatku tak tahan
Tertekan
Lakonan ini semakin membebankan
Terasa ingin saja aku terus terang
Tentang perasaan ku padamu
Tawa-tawaku
Memulanya dulu
Ruangan empat muka dinding keliling
Makin menghimpit kala menanti panggilan darimu
Berdering
Mengharap engkau jua sedang begini
Dalam keluh kesah menantikan
Terucap yang ku cinta padamu
Subscribe to:
Comments (Atom)